Saturday, March 3, 2012

Supaya Tidak Membeku dalam Keraguan Part 1

Postingan ini merupakan hasil dari Interview With MT

Om Mario, kenapa sih aku ini kalo menghadapi sesuatu yang baru yang penting, khoq aku beku, pikiranku kaya' lumpuh, bingung, dan selalu melarikan diri.

Hmm … sebetulnya Anda tahu kalau itu penting dan harus Anda lakukan?

Ya, terutama kalo di depan orang banyak. Aku gampang grogi dan lebih milih gak melakukan apa-apa.

Apakah itu berarti Anda hanya mau melakukan yang sudah bisa Anda lakukan?

Ya. Tapi aku juga ingin bisa melakukan yang lebih baik, lebih besar, yang kalau bisa yang bayarannya besar juga Om?!

Begini … ragu-ragu sebentar, takut sedikit, menunda sekali-sekali - itu tidak apa, dan memang itu sifat orang muda, tapi jangan sampai 10 tahun. Om-mu ini juga seperti itu waktu muda.

Kapan itu Om?

Emm … kira-kira dua tahun yang lalu. Kenapa? … oh, memang saya cepat tua.

Jadi Om dulu juga sering ngerasa minder dan grogi?

Sebetulnya, nama saya dulu adalah Mario Bin Minder Bin Grogi Bin Teguh.

Kwk wk wk .. terus khoq bisa jadi super pede seperti sekarang ini, gimana ceritanya?

Saya suka suara ketawamu … sangat ababil.
Begini, mungkin karena dulu belum ada motivator yang menyediakan pelayanan publik yang luas dan beragam seperti sekarang ini, saya seperti diberikan pengertian 'langsung', bahwa "Saya harus berani melakukan yang justru saya takuti."

Kenapa gitu Om? Kalo takut, khan harus kita hindari?

Dengar ini hati-hati, ya? Karena ini setengah kebatinan …
Kalau Setan tahu bahwa engkau akan menjadi orang besar di masa depan, apa yang dilakukannya?

Mengganggu. Membuat aku ragu, takut, males, enjoy aja padahal seharusnya belajar ato kerja. Apa gitu Om?

Betul sekali. Setan akan membisikkan keraguan dan kecurigaan yang membuatmu menjauhi tindakan yang penting bagi keberhasilanmu?

Tapi khoq rasanya males banget ya Om?

Itu tandanya Setan mulai berhasil.

Tapi ini malesnya amat sangat Om?

Itu tandanya engkau membantu Setan.

Khoq begitu?

Kalau engkau menolak membantu Setan, apakah engkau akan menjadi malas?

Yah enggak sih?! Tapi khoq kalo Setan udah nggak ada, aku khoq tetap males Om? Itu bagaimana?

Oh? Jadi engkau bisa melihat Setan pulang? Yah, memang bukan kita saja, Setan juga takut istri, jadi dia cepat pulang kalau sudah ditelpon istrinya.

Tapi serius nih Om, kenapa males itu selalu ada?

Itu karena engkau sudah lama melatih otot mental dan syaraf tubuhmu untuk menunda yang penting dan mendahulukan yang tidak berguna.
Ingat ya? Tidak ada orang malas, yang ada adalah orang yang rajin bermalas-malasan.

Jadi, kalo kita sudah biasa males, kita tidak butuh bantuan Setan lagi untuk menghindari yang baik?

Betul.

Jadi, kalau kita males itu, sebetulnya sedang rajin menjadi orang tidak berguna?

Betul sekali! Eh … sudah pinter ya?

Berkat doa dan restu Om.

Ah jangan gitu … Anda terlalu merendah …

Yah Om, … merendahkan hati untuk meninggikan harga.

Super sekali! He he he …

Jadi kalo aku sudah mengerti logika dari rasa malas, aku bisa mengalahkan kemalasanku?

Ya, itulah tujuan dari kehadiranku dalam kehidupanmu.
Tugasku adalah menunjukkan logika dari kesulitan dan kemudahan dalam hidupmu, sehingga engkau menemukan jalan dan caramu untuk mengatasi kesulitanmu dan membangun kemudahan hidupmu.

Itu mulia sekali Om?

Memang.

Lho? Gak narsis tuh Om.

Tidak, saya sangat rendah hati.

Kwk wk wk … ckuaaak kak kak … gubraakk!

Saya tidak begitu suka diketawai.

Yaaah ha ha ha … ampun Om, perutku kaku …

He he … itu tadi saya bercanda ya?

Heh heh heh … nafas saya abis Om … ampun …
Terusnya gimana?

Begini, teman-temanmu itu tidak semuanya memiliki kekuatan mental yang bisa bertahan membaca tulisan yang panjang, jadi kita cukupkan ini dulu ya?

OK deh Om, gak tau kenapa, tapi hati saya jadinya lebih ringan.
Thank you ya Om, you have a magic touch.

No, you have the magical heart.
You are good soul.

Sampai nanti ya Om? Love you!

-------------------------

Sahabat saya yang baik hatinya,

Begitu dulu ya? Saya harap Anda menikmati dialog tadi.

Jika Anda tertarik untuk Part TWO dari topik ini, atau Part FIVE dari Awal Cerita Menjadi Motivator, mohon inform ya?

Let's be happy.

Life is good, life is beautiful.

Mario Teguh - Loving you all as always

0 comments: